Penyebar Hoax Bom di Gereja Duren Sawit Jadi Tersangka

Polisi menetapkan pria berinisial MIA (25) sebagai tersangka. MIA ditetapkan tersangka karena menyebar hoax soal teror di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang membuat masyarakat resah.

“Pelaku kita sudah tetapkan tersangka yang berinisial MIA,” ujar Kapolres Jaktim Kombes Yoyon Tony Surya Putra, saat jumpa pers di Mapolres Jaktim, Jl Jatinegara Raya, Selasa (15/5/2018).

Yoyon menambahkan, polisi menetapkan pasal berlapis kepada MIA. Dia menambahkan, MIA terancam pidana maksimal seumur hidup penjara.

“Pasal 45 jo pasal 29 UU No 19/2016 tentang informasi transaksi elektronik. Kita tetapkan pasal berlapis. Disamping itu kita terapkan UU tentang pemberantasan tindak pidana teroris pasal 6 dan pasal 7 dengan ancaman hukiman bisa capai 20 tahun bahkan seumur hidup,” ujarnya.

Berkaca dari kasus ini, Yoyon berpesan kepada warga agar tidak mudah menyebar hoax. Menurut Yoyon hal-hal yang dilakukan MIA ini membuat warga resah dan menimbulkan ketakutan.

“Saya imbau di tengah suasana seperti ini kondisi situasi banyak kejadian terkait teror bom mari kita ciptakan suasana yang sejuk dan aman, nyaman. Tidak hanya polisi, seluruh masyarakat harus ikut lakukan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, MIA menelepon petugas Polsek Duren Sawit pada Senin (14/5), pukul 08.00 WIB. Saat menelepon polisi, MIA mengatakan ada sebuah mobil melemparkan benda mencurigakan di Gereja Santa Anna.

Tim Gegana juga melakukan sterilisasi di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil penyisiran, lokasi tersebut dipastikan aman. Kabar itu dipastikan hoax.

SUMBER

 

Share this post:

Youtube Channel

Facebook Page