Sekjen Kominfo Dorong Perempuan Ikut Tangkal Hoaks

Dinamika era digital memicu transformasi dalam segala bidang, salah satunya kebutuhan peran perempuan Indonesia dalam menangkal penyebaran hoaks serta meningkatkan literasi digital.

“Di Hari Kartini ini kita perempuan Indonesia harus berperan serta menangkal hoaks. Klarifikasi setiap informasi yang masuk kepada Kominfo melalui aduankonten, Miss Lambe Hoaks, serta aplikasi-aplikasi lain yang disediakan,” ajak Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti dalam Seminar Peran Perempuan Indonesia di Era Digital, di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo Jakarta, Senin (22/04/2019).

Sekjen Kominfo mendorong setiap perempuan untuk lebih cerdas dalam era digital. “Di era digital ini hal yang juga patut mendapatkan perhatian adalah meningkatkan literasi di bidang digital,” tandasnya.

Niken Widiastuti memaparkan konten negatif seperti hoaks dan ujaran kebencian menurut laporan Tim AIS Ditjen Aptika sejak bulan Agustus 2018 hingga saat ini menunjukan tren yang terus meningkat.

“Tujuan dari tersebarnya hoaks dan ujaran kebencian ialah untuk memprovokasi, mengadu domba, menghasut, dan mengacaukan data dan realita, sehingga kita harus terus meningkatkan kecerdasan dalam literasi digital,” paparnya.

Sekjen Kominfo mengajak agar perempuan Indonesia, terutama sivitas Kementerian Kominfo untuk senantiasa memanfaatkan media dengan bijak dan waspada terhadap informasi yang beredar.

“Bijak memanfaatkan media dan kerap waspada informasi yang masuk ke media merupakan kunci wanita cerdas di era digital,” pungkas Niken.

Peringatan Hari Kartini 2019 tahun ini mengambil tema Peran Perempuan Cerdas Indonesia Di Era Digital. Selain seminar yang diikuti oleh seluruh sivitas Kementerian Kominfo yang mengenakan baju nusantara, juga berlangsung bazaar, lomba standup comedy, lomba rias, kuis serta lomba mirip presenter Program  Miss Lambe Hoaks.

SUMBER

 

Share this post:

Youtube Channel

Facebook Page